Pesan terakhir Ayah ( Cerpen )
Pesan Terakhir Ayah
Karya : Sartika Siswati
Ibunya di dapur, mrenyiapkan sarapan dan bekal makanan untuk putri yang selalu di siapkannya
“Putri.............! sarapan dulu nak! “ seru ibunya memanggil Putri
“iyah bu, sebentar” jawab Putri yang masih berada di kamarya dan lekas ia keluar untuk sarapan
Sambil menarik kursi yang akan di dudukinya, Putri berkata “ayah dimana bu !ko gak ikut sarapan ?”
Tadi ayah sudah sarapan duluan put! Sekarang ada di luar, sudah cepat sarapan nanti kamu bisa telat … owh iya jangan lupa nih bawa bekelnya”
Bergegas Putri menghabiskan sarapannya dan berapamitan pada ibunya
“Putri berangkat dulu yah”
“iyh, Putri sama ayah hati-hati yh!”
Putri dan ayahnya berangkat menuju sekolah, ibunya memandanginya dari jauh.
Di perjalanan menuju sekolah, Putri asyik berbincang-bincang dengan ayahnya diiringi dengan gelak tawa yang mengiringinya.
Ditengah perjalanan , terdengar suara “Dbrak...” yang sangat keras.
Ternyata itu suara motor yang ditunggangi oleh Putri dan ayahnya yang tertabrak mobil dari belakang. Putri melihat ayahnya tergeletak berlumuran darah di jalan untungnya luka Putri tidak terlalu parah seperti ayahnya. Ayahnya langsung dibawa kerumah sakit dengan mobil yang menabraknya untuk bertanggung jawab.
Putri ikut bersama orang yang membawa ayahnya kerumah sakit, untuk menemani ayahnya.Dia sudah ijin kepada walikelasnya untuk tidak masuk sekolah.Didalam perjalanan menuju rumah sakit Putri terus meneteskan air mata dan didalam hatinya ia terus mendokan ayahnya agar selamat. Setelah sampai, ayahnya langsung diobati dan kata dokter pasien mangalami luka yang sangat serius.S emetara itu putri langsung nenghubungi ibunya.
“Assalamu.alaikum bu!”dengan nada sedih dan menangis
“Wa.alaikumsllm nak, ada apa? Ko nangis?”tanya ibunya dengan heran
“Bu, ayah kecelakaan... dan sekarang ada di rumah sakit, ibu epat kesini yh!”
Astagfirullahaladzim.....terus bagaimana put keadaan ayah?”
“Putri tidak tahu bu, ibu cepat kesini .............. putri takut!”
“Iyh, ibu segera kesana, kamu tenang yah!”
Putri nasuk keruang rawat dan melihat ayahnya terbaring. Putri menemani ayahnya yang masih belum sadar dan tak beberapa lama ayahnya sadar dan memanggil nama putri.
“Putri.......... nak! Panggil ayah dengan suara lirih dan pelan
“Ia yah!” dengan perasaan senang karena ayahnya telah sadar
“Ibu sama adik kamu mana?”
“Mereka bentar lagi datang ko yah!”sambil mentp ayhnya dengan mata berkaca-kaca
“Nak, sebentar lagi ayah mau pergi”
Ayah jangan bicara seerti itu, ayah pasti sembuh”
Putri meneteskan air mata karena tk tega melihat ayahnya yang tak berdaya
“Putri, ayah mau bilang terima kasih karena sudah nenjadi anak yang baik untuk ayah. Ayah pesan sama kamu , tolong bahagiakan ibu dan adiknu buatlah mereka selalu bahagia dengan prestasi dan kesuksesanmunak!” dengan suara yang tertatih-tatih.
“Iya...........yah ........... insya allah..”
Air mata putri terus jatuh membasahi pipinya, ayahnyapun ikut meneteskan air mata. Putri terus menatap wajah ayahnya tak beberapa lama kemidian, ayahnya terlihat seperti orang yang akan dicabut nyawanya olrh malaikat.
Didetik-detik terakhirnya ayahnya berusaha mengucapkan kalimat syahadat sambil dituntun oleh putri dan akhirnya ayah putri menutup mata untu yang terakhir kalinya.
“Innalillahiwainnailaihirooji’un.............huft...huft...huft..”
Kemudian datanglah ibu dan adik beserta pamannya.Ibunya sangat terpukul dan langsung meneteskan air mata.
“Innalillahiwainnailihirooji’un......yang sabar yh kak “ kata pamannya menenangkan ibunya putri.
Sementara fitri juga menangis memeluk putri.Semua ikhlas akan kepergian ayahnya dan putri bejanji akan mewujudkan keinginan dan pesan dari ayahnya.
Oleh :Sartika Siswati
Sekolah : MAN Kragilan
Komentar
Posting Komentar
Bebas Tapi Sopan