KARENANYA ( Cerpen )




KARENANYA

Memasuki tahun ajaran baru, semua siswa-siswi dari berbagai sekolah akan menjalani tes masuk sekolah, begitu juga fia yang akan menjalani tes di sekolah menengah atas/SMA. Kali ini fia menjalani tes lisan berbagai mata pelajaran seusai tes. Seusai tes, ada seorang pria yang memanggilnya, ternyata pria itu seorang yang ada pada saat fia menjalani tes.
“Fia..”panggil pria itu.
“iya”jawab Fia seraya membalikkan badannya.
“Kamu Fia kan?”tanyanya.
“Iya, maaf ada apa ya?”Tanya Fia.
“Tidak ada apa-apa. Saya hanya ingin katakan sesuatu padamu”ucap pria itu.
“Memangnya apa yang ingin anda katakan?”Tanya Fia lembut.
“Setelah kamu menjadi murid di sekolah ini, temui saya”jawab pria itu dan langsung pergi dari hadapan Fia. Fia tidak mengerti apa yang dikatakan pria itu, yang jelas Fia hanya disuruh menemuinya pada saat ia menjadi murid di sekolah tersebut.
  Setelah beberapa hari, menunggu tes yang telah Fia jalani. Akhirnya ia diterima di sekolah tersebut dan mendapat nilai tes yang tertinggi. Masa orientasi siswa akan dilaksanakan 2 hari yang akan datang. Sebelum menjalani masa orientasi siswa, Fia menyiapkan keperluan yang akan dibawa pada saat masa orientasi tersebut.
Tibalah masa orientasi, Fia bertemu lagi dengan pria yang memanggilnya seusai tes. Fia hanya memikirkan perkataan pria itu ketika melihat nya. 3 hari berlalu masa orientasi sudah selesai. Tahun ajaran baru akan berlasung, Fia teringat akan perkataan yang diucapkan pria tersebut. Dan pada saat ingin menemuinya, Fia tidak tahu dimana ia harus menemui pria tersebut. Tak disangka ketika fia hendak ke kantin, ia berpapasan dengan pria tersebut.
“Maaf, apakah anda mengingatku?”Tanya Fia pada pria itu.
“Iya, saya masih ingat”jawab pria sambil tersenyum.

“Bukankah…anda menyuruhku untuk menemuiku?”Tanya Fia gugup.
“Ya, tapi saya ada urusan penting. Saya mau pergi dulu, lain kali saya yang akan menemuimu”jawabnya terburu-buru dan untuk kedua kalinya pria itu meninggalkannya.
Lama sudah Fia bersekolah di sekolah tersebut, dan ia telah mengetahui bahwa pria itu adalah seorang guru b.inggris. yang Fia ketahui, dia bernama Doni  dan berumur 20 tahun. Menurut teman sebangkunya, doni itu adalah guru termuda di sekolah tersebut dan mungkin di sekolah lainnya.
Kini Fia sedang duduk ditaman belakang sekolah bersama teman sekelasnya yang sedang membicarakan tentang kegiatan ekstra kurikuler yang ia tekuni. Pada waktu yang sama ketua tim basket putra datang menghampirinya sambil mengagetkan Dila (sahabat fia) yang latah.
“Doooorrrrrrrrr”  kagetnya kepada Dila.
“Eh doorr eh door” ucapnya beberapa kali.
“Iseng amat si ka Adit” ucap Fia sambil tertawa mendengar latahan Dila.
Dan Dila merasa kesal karena selalu di kejutkan olel Adit.
“Gw kesini hanya ingin bilang bahwa, untuk satu minggu ke depan eskul basket di tiadakan karena kita akan menhadapi ulangan.” Jelas Adit.
“Okelah kalo begitu.” Dila menjawab.
Ulangan tengah semester sedang berlangsung Fia dengan sungguh-sungguh menjalaninya untuk mencapai nilai yang baik. Ulangan tengah semester sudah usai. Fia mendapat nilai yang cukup baik. Kini ia menjalankan aktivitas seperti biasanya. Dilapangan Fia dan temen-teman sedang berkumpul, sambil mendengarkan lelucon Adit dan tertawa-tawa. Memang Adit seorang yang humoris tampan pula, sampai-sampai Dila mengatakan kepada ku bahwa ia suka dengan Adit.
“Eh, Fia di lihat-lihat ka Adit tampan juga, humoris pula” katanya pada Fia
“Masa sih?” jawab fia
“ Walau kak  Adit suka ngeselin, karena selalu mengagetkan ku.”


Sabtu pagi seusai senam tiba-tiba pak Doni menemui Fia. Fia merasa canggung bertemunya.
“Fia, bisa ikut bapak sebentar?” perintahnya pada ku
“Iya” jawab Fia singkat. Fia mengikuti pak Doni. Sampailah di ruangannya.
“ Kirain ada apa, ternyata pak Doni hanya ngasih tugas doing.” Ucapnya dalam hati.
“Oh, iya Fia.  Ini buku buat mu.” Serahnya.
“Makasih pak, bagaimana bapak tau kalau buku ini kesukaan ku?”
“Benarkah?, syukurlah kalau begitu.”
Kali ini nilai ulangan Fia masih cukup baik, walau ada sedikit masalah dengan keluarganya. Sekarang di sekolah Fia selalu terlihat murung dan menyendiri. Dan diam–diam pak Doni memperhatikan Fia tiap kali fia berada di taman belakang sekolah. Fia hanya bisa berdo’a melihat keluarganya yang sedang mendapat cobaan. Tapi berbeda dengan hari ini Fia hanya bisa menangis, ketakutan melihat ayah dan ibunya bertengkar akhirnya ibu Fia memilih bercerai dengan ayah Fia. Fia tidak tau menau masalah yang orang tuanya hadapi. Perceraian tersebut Fia memilih untuk tinggal bersama ayahnya.
“Sekarang semuanya hancur.” Ucapnya akan beranjak tidur.
Dan perceraian itu membuat prilaku fia menjadi tidak karuan, tingkahnya membuat seluruh guru dan teman-temannya bertanya-tanya.sekarang fia brani membolos dan alpa. Sampai-sampai fia di tegor oleh semua guru dan Fia dijauhi oleh teman-temannya. Suatu ketika pak Doni ikut menegornya.
“Fia, kenapa kamu sekarang?” Tanya pak Doni.
“Apa urusannya dengan mu?” jawab Fia kasar.
“Ayolah  Fia cerita, knapa kamu kaya gini?”paksa pak Doni.
“Kepo banget si jadi orang” jawabnya sambil beranjak pergi. Pak Doni merasa tidak di hargai sehingga, nilai hasil ulangan Fia di lempar sambil meperingatinya.
“Fia, apa kamu tidak merasa bersalah ? nilai ulangan mu hancur dan kamu masih kaya gini.“ omelnya pada Fia.


“Kenapa kamu peduli ayah dan ibuku juga tida peduli mau nilai aku tinggi atau rendah mereka tak peduli.” Jawab Fia kasar.
“Aku peduli karena aku sebagai gurumu gagal mendidik mu, buat apa si kamu kaya gini dan membuat mu di jauhi oleh sahabat mu sendiri”
Ditaman, Fia berfikir.” bener apa kata pak Doni, buat apa aku  menjadi anak nakal dan membuat aku dijauhi oleh sahabatku dendiri.” Dan hari itu Fia menemui pak Doni guru yang dekat dengannya. Fia minta ma’af  padanya, dan  berjanji akan berubah.
“Jika kamu berjanji akan  berubah menjadi lebih baik, kamu harus memperbaiki nilai-nilai mu. Tantang pak Doni
“Baiklah . “
Benar saja fia berubah lebih baik dan kali ini nilai Fia meningkat, walau belum mendapat nilai yang di inginkan.

 





Oleh : Mijah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Peninggalan Kesultanan Banten di Masjid Pangeran Aria Singarajan

Rice Cooker Rusak Karena Menggoreng

Indonesia Ku Ngelayab ning Masjid Istiqlal Jakarta