BERAWAL DARI MENGAGUMI ( Cerpen )


BERAWAL DARI MENGAGUMI

Mengagumi, sebuah kata- kata yang indah untuk di dengar, tapi tidak bagiku. Mengagumi membuatku terpuruk dalam kebimbangan, membuatku terpuruk dalam kesakitan yang teramat dalam. Entah apa yang membuatku mengagumi sesosok pria yang bernama Deri. Pria yang membuatku terlihat bodoh di saat berhadapan dengan nya,pria yang membuat jantungku tak berdetak, pria yang bembuat darahku membeku dan pria yang membuat saraf saraf otak kutak berfungsi seketika.
           Aku mengagumi Deri sejak aku masih berseragam putih-biru. Sampai sekarang aku berseragam putih abu-abu. Deri terlihat arif nan bijaksana mengenakan seragam abu-abu nya. Hal ini yang membuatku semakin mengaguminya. Tatapan nya yang tajam, bola matanya yang bening,dan senyumnya yang menawan membutku menjerit tak bersuara. Aku selalu mencari tau semua hal yang berhubungan dengan Deri di mulai dari hal- hal yang sederhana sampai hal hal yang bersifat pribadi. Mungkin,bagi teman temanku ini hal yang aneh atau bahkan hal yang aku lakukan adalah hal yang sangat tidak penting,suatu hal yang hanya membuang buang waktu. Tapi bagiku satu hari tak mencari tentangnya bagaikan tubuh yang kekurangan cairan,bagaikan rumah tanpa tanpa jendela,dan bagaikan seorang yang mengarungi lautan tanpa perahu. Aku seperti ini karna aku terlalu mengaguminya. Tapi aku tak mau Deri mengetahui jikalau aku selama ini mengaguminya. Aku takut jikalau Deri mengetahuinya dia akan marah padaku atau bahkan membenciku.
           Hari demi hari telah ku lewati tanpa meninggalkan satu informasipun tentang dia. Namun karna satu kejadian, persaanku mulai aneh. Perasaan yang dulu hanya sebatas mengagumi kini berubah menjadi perasaan ingin memilikanya dengan sepenuh hati disertai dengan segenap jiwa dan raga yang melekat padanya. Kejadian itu berawal pada saat upacara bendera yang di sekolahku hanya di laksanakan setiap satu bulan sekali pada tanggal tujuh belas. Cuaca hari itu tidak panas melainkan redup karena hujan baru saja reda. Aku baris di saf kedua paling ujung di sebelah barisan pria. Upacara pagi itu cukup hikmat, tapi tiba- tiba pandanganku mulai buram hingga akhirnya aku menjatuhkan diri di lapangan upacara itu. Aku tak sadarkan diri beberapa menit, selama itu Aku bermimpi orang yang aku suka yaitu Deri, mengangkat tubuhku dengan kedua tangannya dan membawaku pergi dari lapangan sekolah menuju suatu tempat yang saaaaaangattttt indaaaaaahhhh. Tempat yang penuh dengan bunga yang sedang bermekaran. Dan di tempat itu hanya ada aku dan Deri. Deri menatapku tajam,tangannya mulai meraih tanganku dan dia mulai bersipuh di hadapanku dengan melontarkan kalimat “Ak…kku m…mmmmeenya……..”
Belum selasai Deri berbicara tiba- tiba bau menyengat membuatku tak nyaman sampai akhirnya mataku terbuka. Kupandngi seisi ruangan yang aku sendiri sudah tak  asing lagi melihatnya sampai kutemukan sesosok pria yang ada di sapingku, yang ternyata pria itu orang yang ku kagumi sekaligus Aku sayangi.
“Alhamdulilah lo udah sadar….” Ucap Deri lega.
“Mang gue kenapa Der..?????” tanyaku penasaran.
“Tdi lo pingsan di lapangan saat upacara bendera.” Jelas Deri.
“Haaaah!!!!! Gue pingsan!!!!
Jadiiiii ttttaadi…. Gue ccccuuummmmmaaa…..” Aku terdiam sejenak.
“Cuma apa?????”. Deri mengagetkan ku.
“e..engggaa ko Der,,Gue cuummma…Engg.. cuna angin lewat..ya ya Cuma angin lewat.jawabku bingung.
“Lo mau balik kekelas gakkk????
Kalau mau ayo Gue anterin!!! Ajk Deri seraya bangun dari duduknya.
“Iya..”
“Oh iyya baju lo kotor.. niie pake switter Gue” Deri memberikan switternya.
“Makasih ya Der…”
Dia hanya membalas dengan senyuman menawannya itu.
          Waktu terus berputar begitu oula dengan hubunganku dan Deri. Semenjak kejadian itu aku dan Deri mulai bertegur sapa. Walaupun begitu aku merasa bahagia. Namun rasa bahagia itu  tidak bertahan lama. Aku melihat kejadian yang membuat butiran butiran Kristal menetes begitu derasnya di pipiku.Aku melihat Deri  berbincang bincang dengan seorang wanita. Mereka terlihat begitu akrab layaknya sepasang  kekasih. Kejadian itu membuatku sangat down.
Aku kehilangan selera makan,dan konsenterasiku pun hilang. Orang orang terdekatku kebingungan melihat keadaan dan sikapku yang seratus delapan puluh derajat berubah.Aku lebih senagng menyendiri dan melamun setelah kejadian itu. Aku putuskan untuk tidak mencari info dulu tentang Deri. Aku takut info itu membutku semakin menderita dan membuat keadaan hatiku semakin luluh lantah.
          Pagi itu tak sengajaku dengar pembicaraan teman- temanku. Dan ternyata mereka sedang membicarakan Deri. Awalnya aku tak ingin mendengarkan pembicaraan teman- temanku. Tapi aneh tiba- tiba aku  duduk begitu saja di antara rerumunan mereka entah apa yang mendorongku untuk duduk di situ. Ditengah pembicaraan mereka, ada salah satu orang yang yang mengatakan bahwa Deri belum mempunyai pacar atau wanita yang special di matanya. Sontak aku menjerit mendengar kata itu. Aku bahagia dan aku mulai melakukan aktifitasku dengan senyuman lagi. Aku mulai mencari info kembali tentang Deri. Hingga aku mendapatkan nomor handphonnya. Aku langsung menghubunginya,akhirnya hubungan kami mulai deket,dia mulai memberikan perhatin  yang  lebih kepadaku. Aku semakin kegeeran saja atas perhatian yang di berikan Deri kepadaku.Hari hari ku lalui dengan begitu bahagianya. Tapi sayang kejadian yang terdahulu terulang kembali Aku mendengar berita yang membuatku kembali mengeluarkan butiran butiran kristal. Tanpa sepengetahuanku Deri saat saat ini sdang dekat dengan seorang wanita yang tak bukan dan tak lain adalah sahabatku sendiri yaitu Siti.kali ini aku mencoba tegarmenghadapi semua yang terjadi. Aku mulai bias merelakan Deri dengan wanita lain. Aku berjanji tidak akan meneteskan butiran butiran kristal ku lagi. Aku mencoba mengikhlaskan semuanya.


Oleh   :  Siti Umi
Sekolah : MAN Kragilan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Peninggalan Kesultanan Banten di Masjid Pangeran Aria Singarajan

Rice Cooker Rusak Karena Menggoreng

Indonesia Ku Ngelayab ning Masjid Istiqlal Jakarta