Postingan

Menampilkan postingan dengan label SITH ITB

Program Studi Teknologi Pasca Panen - Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (Program Rekayasa)

Gambar
Permasalahan utama penyediaan komoditas bahan kebutuhan pokok di Indonesia terutama bersumber pada tingginya kehilangan hasil pasca panen, yang disebabkan oleh penanganan hasil panen yang tidak sesuai serta iklim yang tidak menentu. Kehilangan pasca panen ini bukan saja menjadi masalah di Indonesia, namun sudah menjadi masalah di negara-negara lain, walaupun dengan tingkat kehilangan yang berbeda-beda. Dengan demikian dibutuhkan suatu konsep yang dapat melengkapi bidang-bidang studi pertanian dari sisi approach, knowledge, dan technical skill, sehingga dapat bersinergi untuk mengatasi masalah-masalah kehilangan hasil panen tersebut, terutama untuk kondisi iklim tropis yang sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini dan masa yang akan datang. Teknologi Pasca Panen merupakan interdisiplin ilmu-ilmu pertanian dan kehutanana serta Teknik (Engineering) yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis bioproses serta biosistem yang dijabarkan dalam 10 konsep, yaitu Pembanguna yang berkelanj...

Program Studi Rekayasa Hayati - Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (Program Rekayasa)

Gambar
Rekayasa Hayati (Bio-engineering) merupakan interdisiplin llmu Kehayatan (Bio-sciences) dan Teknik (Engineering) yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis biosistem untuk meningkatkan efisiensi fungsi dan manfaat biosistem untuk bioindustri. Perekayasaan disini mencakup pengertian, seperti perekayasaan proses biologis, pengoperasian agen hayati terekayasa, pembuatan peralatan baru berbasis biosistem atau teknologi untuk pengembangan biomaterial. Bio-ensineering dapat diaplikasikan dalam perekayasaan sistem produksi untuk pengembangan industri bio-produk. Sebagai upaya revitalisasi industri Indonesia saat ini giat dikembangkan industri berbasis SDH. Salah satu industri bioproduk penting di Indonesia adalah produksi Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagai upaya pemanfaatan energi alternatif. Dalam pengembangan bioindustri produk nabati, baik BBN atau bioproduk lainnya, akan dibutuhkan Sarjana Rekayasa Hayati (Bio-engineers) yang memiliki latar belakang bidang llmu Kehayatan dan Teknik...

Program Studi Rekayasa Kehutanan - Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (Program Rekayasa)

Gambar
Hutan merupakan sumber daya hayati penting bagi Indonesia mengingat perannya dalam menyediakan berbagai produk hutan, baik kayu maupun non-kayu, serta jasa lingkungan. Kawasan hutan membentuk lebih dari 70% luas daratan Indonesia dan mencapai lebih dari 130 juta hektar. Kelestarian hutan Indonesia saat ini terancam oleh tingginya laju deforestasi dan degradasi lahan. Pembangunan kehutanan Jawa Barat, merupakan bagian dari pembangunan nasional. Luas hutan di Jawa Barat hanya tertinggal 19% dari 21,3%. Diharapkan pada masa yang akan datang, luasan hutan di Jawa Barat dapat ditingkatkan melalui program-program rehabilitasi yang telah dan akan direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Untuk mendukung program-program tersebut diperlukan sumber daya manusia, terutama yang berasal dari daerah Jawa Barat salah satunya melalui pendidikan di Program Studi Rekayasa Biosistem Kehutanan Rekayasa Kehutanan (Forestry Engineering) merupakan interdisiplin ilmu kehutanan (Forestry Science) ...

Program Studi Rekayasa Pertanian - Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (Program Rekayasa)

Gambar
Sebagai negara tropis, Indonesia dikaruniai keanekaragaman hayati yang tinggi serta energi matahari dan curah hujan yang berlimpah sepanjang tahun. Kondisi alam tropis tersebut memungkinkan pertanian di Indonesia untuk berproduksi sepanjang tahun dengan komoditas yang beragam serta menggunakan masukan energi yang lebih rendah (less energy input) dibandingkan dengan pertanian negara temperata. Tantangan bangsa Indonesia saat ini adalah mengembangkan sebuah sistem pertanian yang bertumpu pada kekuatan alam tropis untuk untuk menghasilkan produk pertanian yang beragam dengan efisiensi energi, materi dan ekonomi yang tinggi tanpa mencemari lingkungan serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara umum. Untuk menjawab tantangan tersebut, ITB melalui Program Studi Sarjana Rekayasa Pertanian pada Sekolah llmu dan Teknologi Hayati (SITH) berkomitmen untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh serta memiliki kompetensi teknis unggul untuk mengembangkan sistem p...